Beranda > Manhaj > Ahlussunnah adalah golongan yang selamat

Ahlussunnah adalah golongan yang selamat

Bagi setiap muslim, bahkan semua umat manusia mmpelajari tauhid adalah sesuatu yang wajib. Betapa tidak, tauhid adalah tujuan Allah ‘Azza wa Jalla mengutus segenap rasulnya,(lihat Al- Qur’an 16 : 32 ; 21: 25 ; 7 : 59 ; 65, 73, 85), dan karena tauhid pula manusia dan jin diciptakan .

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “ Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu”. (Adz-Dzariyat:56)

Karena itu, amal yang tidak dilandasi dengan tauhid akan berkesudahan dengan sis- sia, tidak dikabulkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Lebih dari itu, amal yang terkadang dianggap baik itu, justru akan menyengsarakannya dunia akhirat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

“Sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi ) yang sebelummu, jika kamu mempersekutukan (tuhanmu), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Karena itu, maka hendaklah Allah saja yang kamu sembah dan hendaklah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur‘.” (Az- Zumar : 65 – 66).

Jadi menurut tuntunan Islam hanya amal yang dilandasi tauhid yang akan mengantarkan manusia pada realita kebahagiaan yang sesungguhnya, dunia dan akhirat (lih. QS:16:97)

HAKIKAT GOLONGAN YANG DISELAMATKAN OLEH ALLAH

Golongan yang selamat adalah yang berpegang pada Tali Allah ‘Azza wa Jalla,tidak menyekutukan Allah ‘Azza wa Jalla dan tidak berpecah belah menjadi beberapa golongan yang setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongannya . [Ali Imran : 103] dan [Ar-Rum :31-32]

Nabi saw bersabda : “Aku wasiatkan padamu agar engkau bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, patuh dan taat, sekalipun yang memerintahmu seorang budak habsyi. Sebab barang siapa hidup [lama] diantara kamu tentu akan menyaksikan perselisihan yang banyak Karena itu, berpegang teguhlah pada Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang mereka itu mendapat petunjuk. Pegang teguhlah ia sekuat-kuatnya. Dan hati-hatilah terhadap setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, sedang setiap bida’ah adalah sesat (dan setiap yang sesat tempatnya ada dineraka.” (HR. An-Nasai dan At-Tirmidzi Hadits shahih)

Rasulullah saw bersabda :” ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kamu dari ahi kitab telah berpecah-belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan sesungguhnya agama ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Tujuh puluh dua golongan tempatnya didalam neraka dan satu golongan di dalam surga, Yaitu al-jama’ah (Hadits Hasan riwayat Ahmad). Dalam riwayat lain disebutkan “ semua golongan tersebut tempatnya di Neraka, kecuali satu (yaitu) yang aku dan para sahabatku meniti di atasnya.” (Hadits hasan riwayat At-Tirmidzi)

ibnu mas’ud y meriwayatkan : “Rasulullah membuat satu garis dengan tangannya lalu bersabda “ini jalan Allah ‘Azza wa Jalla yang lurus”, lalu beliau membuat garis-garis dikanan kirinya, kemudian bersabda, “ini adalah jalan-jalan yang sesat tak satupun dari jalan-jalan ini kecuali didalamnya terdapat setan yang menyeru kepadanya.” Selanjutnya beliau membaca firman Allah ‘Azza wa Jalla, “dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus maka ikutilah dia janganah mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya yang demikian itu diperintahkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepadamu agar kamu bertaqwa (Qs. Al-an’am153)”. (Hadits shahih riwayat Ahmad dan Nasa’i).

MANHAJ GOLONGAN YANG SELAMAT

Golongan yang selamat ialah golongan yang setia mengikuti manhaj Rasulullah saw dalam hidupnya, serta manhaj pada sahabat sesudahnya.

Beliau memerintahkan ummat islam agar berpegang teguh pada keduanya: “Kutinggalkan kepadamu dua perkara yang kalian tidak akan tersesat apabila (beregang teguh) kepada keduanya, yaitu kitabullah dan sunnahku, tidak akan bercerai berai sehingga keduanya menghantarku ke telaga (surga).” (Hadits Shahih)

Golongan yang selamat akan kembali (merujuk) kepada Kalamullah dan Rasul-Nya tatkala terjadi perselisihan dan pertentangan diantara mereka.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :”kemudian jika kamu berselisih tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah ‘Azza wa Jalla (Al-Qur’an) dan Rasulnya (sunnahnya),jika kamu benar-benar beriman kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu ) dan lebih baik akibatnya.”(An-nisa’ : 59). Dan firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam surat yang lain “ Maka demi tuhanmu, mereka pada hakekatnya tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan,kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (An-Nisa’ : 59)

Golongan yang selamat tidak mendahulukan perkataan seseorang atas kalamullah dan rasulNya, sebagai realisasi dari firman Allah ‘Azza wa Jalla: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan rasulNya dan bertaqwalah kepada Allah Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al hujurat :1)

Ibnu Abbas berkata:” Aku mengira mereka akan binasa, Aku mengatakan, Nabi saw bersabda, sedang mereka mengatakan, Abu Bakar dan Umar berkata).

Golongan yang selamat senantiasa menjaga kemurnian tauhid

Golongan yang selamat senang menghidupkan sunnah-sunnah rasulullah, baik dalam ibadah, prilaku dan dalam segenap kehidupannya.

Sehingga mereka manjadi asing ditengah kaumnya, sebagaimana sabda Rasulullah saw :” sesungguhnya islam pada awalnya adalah asing dan akan kembali menjadi asing seperti pada awalnya, maka keuntungan bagi orang yang asing.” (HR. Muslim).

Golongan yang selamat tidak berpegang kecuali kepada kalamullah dan kalam RasulNya yang maksum, yang berbicara dengan tidak mengikuti hawa nafsu.

Adapun manusia yang lainnya adalah terkadang ia melakukan kesalahan, sebagaimana sabda Nabi saw :”Setiap bani adam pernah melakukan kesalahan, dan sebaik-baik yang melakukkan kesalahan adalah mereka yang bertaubat” (Hadis hasan riwayat imam Ahmad).

Imam Malik berkata: “Tak seorangpun sesudah Nabi saw melainkan ucapannya diambil atau ditinggalkan (ditolsk) kecuali Nabi saw (yang ucapanya selalu diambil dan diterima).”

Golongan Yang Selamat adalah para ahli hadits

Sebagaimana sabda Rasululah saw :” Senantiasa ada segolongan dari umatku yang memperjuangkan kebenaran, tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka sehingga datang keputusan Allah “ (HSR Muslim).

Golongan Yang Selamat menghormati para imam mujitahid, tidak fanatik terhadap salah seorang dari mereka.

Golongan yang selamat mengambil fiqh dari Al- Qur’an dan As- Sunnah yang sahih,dan pendapat-pendapat para imam mujtahidin yang sejalan dengan hadits yang shahih.Hal ini sesuai dengan wasiat mereka,yang menganjurkan agar pengikutnya mengambil hadits shahih,dan meninggalkan setiap pendapat mereka yang bertentangan dengannya.sebagaimana perkataan Imam Syafi’i :”apabila suatu hadits itu shahih maka itulah mazhabku,walaupun kalian tidak mendengarnya dariku”.

Golongan Yang Selamat menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar.mereka melarang segala jalan bid’ah dan penyimpangan – penyimpangan yang menghancurkan serta memecah belah umat, baik bid’ah dalam masalah agama maupun dalam sunnah rasul dan sahabatnya.

Golongan Yang Selamat mengajak seluruh umat Islam agar berpegang teguh kepada sunnah rasul dan para sahabatnya.

Sehingga mereka mendapatkan pertolongan dan masuk surga atas rahmat Allah dan syafaat rasulullah dengan izin Allah.

Golongan Yang Selamat mengingkari peraturan perundang – undangan yang dibuat oleh manusia apabila bertentangan dengan dengan ajaran Islam.

Mereka mengajak manusia berhukum kepada hukum yang diturunkan Allah untuk kebahagiaan dunia dan akhirat, karena Allah Maha Mengetahui sesuatu yang baik bagi manusia. Dan merupakan penyebab kesengsaraan dunia, kemerosotan,dan mundurnya dunia (khususnya dunia Islam) adalah karena mereka meninggalkan hukum-hukum Allah.Dan umat Islam tidak akan jaya dan mulia kecuali kembali kepada ajaran islam yang murni baik secara pribadi,kelompok maupun secara pemerintahan.

Golongan Yang Selamat mengajak seluruh umat Islam berjihad dijalan Allah, Baik dengan lisan ,tulisan ,harta dan jiwa.

Sedangkan hukum berjihad dijalan Allah adalah:

Fardu ‘ain
Berupa perlawanan terhadap musuh-musuh yang melakukan agresi kebeberapa ngara islam wajib dihalau.Agresor-agresor yahudi misalnya,Yang meramas tanah umat islam di palestina.Umat islam yang memiliki kemampuan dan kekuatan – jika berpangku tangan – ikut berdosa,sampai orang – orang yahudi terkutuk itu enyah dari wilayah palestina.Mereka harus berupaya untuk mengembalikan Masjidil Aqsha ke pangkuan umat Islam dengan kemampuan yang ada,baik dengn harta maupun dengan jiwa.

Fardu kifayah
Jika sebagian umat Islam telah ada yang melakukannya maka sebagian yang lain kewajibannya menjadi gugur. Seperti dakwah mengembangkan misi Islam ke negara-negara lain,sehingga berlaku hukum-hukum islam disegenap penjuru dunia.

TANDA TANDA GOLONGAN YANG SELAMAT

Golongan Yang Selamat jumlahnya sangat sedikit ditengah banyaknya umat manusia,sebagaimana sabda rasulullah: “Keuntungan besar bagi orang -orang asing. Yaitu orang – orang salih di lingkungan orang banyak yang berperangai buruk,orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada orang yang mentaatinya’ (Hadis hasan riwayat Ahmad).Dan Allah memuji mereka dalam Al-Qur’an:” Dan Sedikit sekali dari hamba -hambaku yang bersyukur” (QS saba’ ;13).

Golongnan Yang Selamat banyak dimusuhi manusia, difitnah dan diilecehkan dengan gelar dan sebutan yang buruk . Sebagaimana para nabi juga dijadikan musuh oleh Allah dari kalangan jin dan manusia

Sebagaimana firman Allah:” Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap – tiap Nabi itu musuh yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan jin.Sebagianmereka membisikan kepada sebagian yang lain perkataan – perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am :112). Rasulullah saw misalnya,ketika mengajak kepada tauhid,oleh kaumnya beliau dijuluki sebagai “ tukang sihir lagi sombong . Padahal sebelumnya mereka menjuluki beliau saw dengan “ash-shadiqul amin”, yang jujur dan dapat dipercaya.

Syaikh Abdul Azis bin Baz Rahimahullah ketika ditanya tentang golongan yang selamat, mengatakan “ Mereka adalah orang -orang salaf dan setiap orangn yang mengikuti jalan para salafussalih( Rasulullah,para sahabat dan orang-orang yang mengikuti jalan petunjuk mereka).”

Maraji’:
Jalan golongan Yang Selamat
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu

Kategori:Manhaj
  1. 8 Maret 2007 pukul 12:54 pm

    assalamualaikum
    salam ya akhi
    semoga kita selalu berada di jalan Al Haq

    Wa’alaikumsalam, Insya Allah Amin

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: