Beranda > Fatwa, Manhaj, Soal-Jawab > Kerjasama Dengan Ahlul Bid’ah dalam Dakwah..?

Kerjasama Dengan Ahlul Bid’ah dalam Dakwah..?

Kerjasama Dengan Ahlul Bid’ah dalam Dakwah..?
Oleh Syaikh Musa ibn Nasr dan Syaikh Salim Hilali

Berikut adalah Seri Soal Jawab Dauroh Syar’iyah Surabaya 17-21 Maret 2002
Dengan Masyayaikh Murid-murid Syaikh Muhammad Nashirudiin Al-Albani Hafidzahumullahu
Diterjemahkan oleh Ustadz Ahmad Ridwan , Lc.

Soal:
Apa hukum meyebarkan dakwah Salafiyyah dengan menjalin kerja sama terhadap kelompok ahli bid’ah?

Jawab:
Syeikh Musa Ibn Nasr:
Sikap Ahlu Sunnah terhadap Ahlu bid’ah adalah mentahzir, mengingkari, membantah dan tidak wala (loyal) kepada mereka, apalagi jika Bid’ah yang mereka perbuat bid’ah dalam aqidah yang menjerumuskannya kepada kekufuran dan kemusyrikan. Jika bid’ah ini bid’ah dalam manhaj, seorang muslim salafi harus mengamalkan ayat yang berbunyai: “Orang-orang yang tidak menyaksikan kebohongan” dan firman-Nya: “Jika mereka mendengar perkataan yang sia-sia mereka berpaling darinya, mereka berkata: amal kami untuk kami dan amal kalian untuk kalian dan kami tidak mau kepada orang-orang yang jahil”. Jika dia bertemu seorang pelaku bid’ah dia akan mengingkarinya dan mengajarkan kepadanya tentang kekeliruannya, jika dia mau diperbaiki maka alhamdulillah inilah sebenarnya yang diinginkannya, dan jika ternyata tetap pada bid’ahnya maka wajib ditinggalkan, diboikot dan tidak boleh berwala kepadanya, tetapi wajib untuk bara kepadanya.Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Sekokoh-kokohnya ikatan keimanan adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah”.

Namun jika ternyata yang berbuat bid’ah ini seorang muslim yang soleh dan selalu untuk ittiba (mengikuti Sunnah) maka jangan dikatakan dia ahlu bid’ah, karena bukan semua orang yang tergelincir kedalam perbuatan bid’ah digolonmgkan kepada Ahlu bid’ah, sebab prilaku ini bukanlah menjadi ciri dirinya kecuali jika memang perbuatan ini menjadi syiarnya kelak; menjadi bagian dari prilakunya yang dipertahankan dan dibelanya, bahkan sampai kepada tingkat wala dan baro’ nya diatas perbuatan bid’ah tersebut; sombong dan tidak menerima nasehat; menjadikan bid’ahnya seolah-olah bagian dari agama, dalam kondisi seperti ini dia dihukumi sebagai ahlu bid’ah dan wajib ditinggalkan bahkan ditahzir.Wallahu A’alam

Soal:
Bolehkah bekerja sama dengan kelompok tertentu dalam perbuatan-perbuatan bid’ah dari segi manhaj dengan tujuan berdakwah?

Jawab:
Syeikh Salim Hilali:

Tidak boleh bekerja sama dengan ahli bid’ah dan ahlu al-ahwa dalam amalan-amalan mereka. Semoga Allah subhanahu wa ta’ala Mencukupkan kita dengan dakwah dan manhaj yang ada pada kita untuk tidak bergabung dengan mereka. Sebaliknya malah wajib bagi mereka untuk meninggalkan bid’ah dan penyimpangan mereka agar kembali kepada kebenarana yang asli. Demi Allah Yang Tida Tuhan selainNya betapa banyaknya harta orang-orang salafi yang diinfaqkan bukan pada tempatnya dan dipergunakan ahli bid’ah untuk kepentingan bid’ah mereka. Prinsipnya kita tidak butuh dengan manhaj maupun harta merek, tetapi kita harus sadar dan paham dengan manhaj kita, paham bagaimana menyalurkan harta yang kita dapatkan dari para muhsinin salafiyyin untuk kepentingan dakwah salafiyah yang penuh berkah ini.

Soal:
Bolehkah kita mentahzir yayasan-yayasan ataupun individu-individu tertentu yang diantara sumber pendanaannya diperoleh dari jamiyyah khairiyyah, dengan dalih bahwa yayasan maupun individu tesebut telah ditahzir para ulama?

Jawab:
Syeikh Salim Al-Hilali:

Menerima bantuan dari Jamiyyat khairiyyah yang berkiprah dibidang sosial dan santunan terhadap korban-korban bencana, jika tanpa ada tendensi tertentu seperti membentuk hizb (kelompok); tidak memecah-belah barisan kaum muslimin; tidak menggunakan harta yang diamanahkan kaum muslimin kepada mereka kecuali pada tempat-tempat yang layak dan syar’i, maka yayasan-yasaan seperti ini boleh bekerja sama dengan mereka dan mengambil manfaat dari mereka –Semoga Allah memberkahi anda– dalam kegiatan-kegiatan yang berbentuk kebajikan. Adapun jam’iyyah hizbiyyah yang menggunakan harta kaum muslimin sebagai sarana untuk merealisasikan berbagai kepentingannya dan
dalam rangka memecah-belah barisan salafiyyin secara khusus atau untuk merusak dakwah salafiyyah, jam’iyyat seperti ini jika ternyata memberikan bantuan materil tanpa ada keterikatan atau syarat-syarat tertentu, maka bantuan seperti ini boleh diambil. Sebab harta yang mereka salurkan pada hakikatnya bukanlah harta mereka ataupun harta milik orangtua mereka, tetapi harta kaum muslimin yang diserahkan ketangan mereka untuk disalurkan. Tetapi jika ternyata belakangan mereka berupaya untuk mengikat atau mengintervensi kita, Semoga Allah mencukupkan kita dari bantuan maupun harta-harta mereka. Pada kesempatan ini kukatakan: “Bahwa pada dasarnya wajib bagi setiap
da’i ataupun yayasan salafiyyah untuk tidak bergantung terus menerus kepada dana-dana yang di dapat dari bantuan luar negeri, tetapi wajib bagi mereka untuk berupaya meningkatkan diri dan mandiri agar dapat independen dalam mengeluarkan keputusan dan kebijaksanaan, wabillahi at-taufiq wallahu a’lam.

Sumber: Milis As Sunnah (assunnah@yahoogroups.com) Msg #4415 (Salafyoon Online)

Kategori:Fatwa, Manhaj, Soal-Jawab
  1. Abu Aqil Al-Atsy
    25 Maret 2007 pukul 1:49 pm

    Menerima bantuan dari Jamiyyat khairiyyah yang berkiprah dibidang sosial dan santunan terhadap korban-korban bencana,
    -jika tanpa ada tendensi tertentu seperti membentuk hizb (kelompok);
    -tidak memecah-belah barisan kaum muslimin;
    -tidak menggunakan harta yang diamanahkan kaum muslimin kepada mereka kecuali pada tempat-tempat yang layak dan syar’i.

    Ini yang perlu sangat diperhatikan Akh, Semoga kita dapat bersatu kembali dibawah panji AlQuran dan AsSunnah.

    Jazzakallah wa amin

  2. Yuzdi
    26 Maret 2007 pukul 10:32 am

    hati hati dengan salafyindonesia.wordpress.com isinya penuh dengan caci maki kepada Ulama Ahlus Sunnah…
    semoga mereka segera ber taubat dan kembali kepada sunnah.

    Jazzakallah atas informasinya dan kunjungan antum ke blog ana ya Aba Syifa’, barakallahu fiik..

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: