Madrasah Tauhid Manasik Haji
Oleh: al-Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA.
Ibadah haji, dari amalan paling pertama, yaitu talbiyyah, hingga amalan paling akhir, yaitu thawaf wada’, penuh dengan pendidikan akhlak kepada Allah, Sang Pencipta ‘azza wa jalla.
Antara Talbiyah & Tauhidullah
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّـيْكَ لاَ شَـريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ
“Kusambut panggilan-Mu, Ya Allah, kusambut panggilan-Mu, Kusambut panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, Kusambut panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, karunia, dan kekuasaan hanyalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”
Talbiyyah ini adalah puncak pengikraran iman dan tauhid, di mana hakikat iman dan tauhid adalah pengagungan Allah dengan sebenar-benarnya. Pada talbiyyah ini, kita mengikrarkan bahwa segala pujian, kenikmatan dengan berbagai macam dan wujudnya, dan segala kekuasaan, termasuk ke dalamnya mengatur alam semesta ini, hanya milik Allah, tiada satu pun yang menjadi sekutu bagi Allah dalam semua hal-hal tersebut. Oleh karena itu sebagai kelaziman dari ikrar tersebut, kita hanya bersyukur dengan menujukan segala macam ibadah kepada-Nya semata. Read more…

Dalam kehidupan di dunia manusia tidak akan luput dari berbagai cobaan, baik kesusahan maupun kesenangan, sebagai sunnatullah yang berlaku bagi setiap insan, yang beriman maupun kafir. Allah Berfirman:
Musibah gempa yang mengguncang Ranah Minang (Sumatra Barat) beberapa waktu lalu tentunya menyisakan pilu bagi kita kaum muslimin di manapun ia berada. Dikarenakan kita kaum muslimin, adalah satu tubuh. Jika satu merasakan sakit, maka yang lain pun akan merasakan hal yang sama. Rasa pilu itu mengiringi berjuta lantunan do’a dan harapan kepada Ilahi; (1) agar kaum muslimin yang wafat, diberikan derajat syuhada sebagai bentuk rasa kasih sayang dari-Nya, (2) agar kerabat mereka diberikan ketabahan dan kesabaran, (3) agar kita semua yang menjadi saksi hidup bencana besar ini, semakin takut dan bertaqwa kepada Allah.


Komentar Anda